Rabu, 23 November 2011

Korban Pertandingan final sepak bola SEA Games XXVI

Suprapti (30) tak menyangka keikhlasannya mengabulkan permintaan Aprilianto Eko Wicaksono (13) menonton pertandingan final sepak bola SEA Games XXVI antara Indonesia dan Malaysia di Gelora Bung Karno, Senin (21/11/2011), adalah akhir pertemuannya dengan putra pertamanya itu. Setelah itu, Iyan, demikian Eko dipanggil, pergi untuk selamanya.

”Untuk menonton pertandingan sepak bola, Iyan sampai memohon-mohon kepada saya agar diizinkan ke Gelora Bung Karno. Biasanya saya tak pernah mengizinkan Iyan pergi menonton karena sering terjadi tawuran. Hari itu, saya ikhlas memberikan izin,” kata Suprapti, yang ditemui di rumahnya di Jalan Danau Batur, Nomor 1 RT 01 RW 7, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/11/2011).

Keikhlasan karyawan warung internet yang berpendapatan kecil itu dibarengi dengan pemberian uang Rp 85.000 kepada anaknya sebagai bekal uang tiket masuk Rp 50.000 dan ongkos transportasi serta membeli makanan dan minuman. Anak saya itu ingin sekali menonton sepak bola. Saya tidak tahu waktu itu saya ikhlas memberikan izin dan mengantongi uang saku buat Iyan. Ternyata, Iyan pamit untuk pergi selamanya,” kata Suprapti dengan sedih. Dua butir air mata jatuh di wajah hitam manis yang ditutup kerudung.

Sugihadi, paman korban, mengatakan, Iyan, siswa SMP Negeri 1 Kelapa Dua, Legok, itu pergi ke Gelora Bung Karno bersama delapan temannya. Pada Senin malam itu, pihak keluarga panik mencari tahu keberadaan Iyan yang hingga pukul 00.00 belum juga pulang.

”Saat itu ada perasaan yang mengganjal dalam hati, tetapi saya tak tahu ada apa sebenarnya dengan Iyan,” kata Suprapti. Kegalauan keluarga makin menjadi karena hingga subuh Iyan tak kunjung pulang. Pihak keluarga bertanya kepada teman-temannya yang lain, tetapi hasilnya nihil. Sampai akhirnya, seorang teman kerja Suprapti mengatakan bahwa dari televisi diperoleh informasi ada seorang jenazah tanpa identitas yang mirip dengan Iyan terbaring kaku di kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Sosok mayat yang tidak beridentitas itu diduga terinjak oleh puluhan ribu pendukung tim nasional Indonesia yang akan masuk ke gerbang Gelora Bung Karno. Kaki korban diduga masuk ke dalam lubang, terjatuh, dan selanjutnya diinjak-injak pendukung timnas. Korban dievakuasi dan diberikan pertolongan pernapasan. Namun, korban tidak selamat. Dari hasil pemeriksaan, ada luka memar di badan dan luka di wajahnya akibat terinjak-injak.

Paman korban langsung menuju ke RSCM. Dan, ternyata sosok jenazah itu memang Iyan. Pukul 18.00, jenazah dibawa dari RSCM dan tiba di rumah sekitar pukul 20.00,” kata Sugihadi. Saat mengembuskan napas terakhir, Iyan yang hobi menonton sepak bola itu mengenakan pakaian kaus berwarna merah dengan lambang Burung Garuda di dada kiri. Baju itu merupakan lambang kebanggaan untuk timnas. Mudah-mudahan ini merupakan korban terakhir dari tragedi pendukung sepak bola nasional. Pembenahan penyelenggaraan pertandingan perlu memikirkan keselamatan pendukung sepak bola.
READ MORE ~> Korban Pertandingan final sepak bola SEA Games XXVI

Jumat, 18 November 2011

Prijanto Siap Tempur

Akhirnya, Wakil Gubernur DKI, Jakarta Prijanto, menyatakan kesiapannya bertarung dengan calon Gubernur DKI Jakarta lainnya. Prijanto menegaskan, dirinya akan maju melalui partai politik, bukan independen.

Sikap Prijanto sangat berbeda dengan pernyataanya pada akhir tahun 2010 lalu. Saat itu, Prijanto menyatakan ketidaksiapannya. Dulu itu benar [tidak siap], karena saat itu saya bukan kader parpol, saya nggak punya duit," kata Prijanto di Balaikota DKI Jakarta, Jumat 18 November 2011.

Tapi dalam perkembangannya, banyak komponen yang mendorongnya untuk ikut mencalonkan. "Dan kelompok itu berikan kepercayaan untuk itu, salah satunya kelompok mahasiswa," katanya.

Dia mengaku, saat ini belum merasa didekati siapa pun termasuk PDI Perjuangan yang beberapa waktu lalu pernah mengundangnya ke markas DPP PDIP Lenteng Agung. Namun, jika dukungan itu ada, maka tidak ada alasan bagi dirinya untuk menolak. "Kalau saya pribadi, tidak lewat independen, karena terlampau sombong. Itu saya pribadi ya," kata dia.

Prijanto menyadari, untuk maju menjadi seorang calon kepala daerah tentu bukan persoalan yang mudah. Calon harus mendapatkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat. "Tapi sesungguhnya walaupun kelompok ini mendukung, kan untuk mengajukan bukan hanya pribadi saja tapi butuh unsur parpol," ungkapnya.

Menurut dia, dukungan partai politik sangat penting untuk melihat apakah calon yang akan maju tersebut memiliki kriteria sebagai Gubernur. Pasalnya, untuk menduduki satu jabatan itu, kata dia, merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada khalayak banyak.

Karena, pandangan saya jabatan itu amanah dan kepercayaan yang diberikan," ungkapnya. Prijanto menegaskan bukan jabatan yang dia cari. "Saya masih aktif bekerja saat ini. Jawaban saya, Insya Allah. Itu kehendak Tuhan," kata dia.
READ MORE ~> Prijanto Siap Tempur

Jumat, 04 November 2011

korban berikut krisis utang

Italia bersedia kebijakan ekonominya diawasi oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Uni Eropa. Kesediaan ini muncul setelah Italia mendapat tekanan dari kalangan pasar dan sesama pemimpin Eropa, yang khawatir bahwa Negeri Spaghetti itu menjadi korban berikut krisis utang setelah Yunani.

Menurut kantor berita Reuters, dengan mengutip sumber anonim pejabat Uni Eropa, kesediaan itu dilontarkan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, setelah bertemu dengan sesama pemimpin anggota zona euro dan Presiden Barack Obama dari AS Kamis malam di Cannes, Prancis.

Mereka hadir di Cannes dalam rangka Konfrensi Tingkat Tinggi G20, yang juga diikuti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Indonesia serta pemimpin China, Jepang, Singapura dan lain-lain.

"Kami ingin memastikan bahwa ada kredibilitas atas target Italia dan target itu bisa dipenuhi. Kami memutuskan untuk melibatkan IMF dalam pemantauan, dengan menggunakan metodologi mereka sendiri, dan pihak Italia menyatakan bersedia," tutur pejabat UE yang tidak mau disebutkan namanya itu.

UE dan IMF akan memantau apakah Italia bisa segera mencapai kemajuan dalam menerapkan sejumlah reformasi atas tunjangan pensiun, pasar tenaga kerja, dan swastanisasi. Selama ini reformasi di sektor-sektor itu sulit dilaksanakan, namun situasinya sudah mendesak lantaran Italia terancam krisis utang.

Pemerintah Italia tengah bermasalah untuk mengatasi utang, yang nilainya sudah 120 persen dari produk domestik bruto (GDP) negara itu. Gara-gara masalah utang itu, pemerintahan Berlusconi kini dicecar oleh kubu oposisi di parlemen.

Sementara itu, krisis utang telah mengguncang politik Yunani. Perdana Menteri Yunani, George Papandreou, hari ini harus menghadapi mosi tidak percaya di parlemen, yang mengancam pemerintahannya. Bila lolos dari mosi itu, Papandreou pun dikabarkan tetap dipaksa mundur dari jabatan PM oleh partainya, yang selanjutkan akan menggalang pemerintahan koalisi.
READ MORE ~> korban berikut krisis utang

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra

Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, mendapat kritikan keras dari para korban banjir. Yingluck dinilai terlalu lamban dalam menangani banjir yang sudah dari tiga bulan merendam Negeri Gajah Putih tersebut.

Seperti dilansir dari Bangkok Post, Kamis 3 November 2011, warga yang marah menghalangi pihak berwenang memperbaiki pembatas dan pintu air yang bermasalah. Mereka kecewa karena tindakan tersebut baru diambil justru setelah banjir terjadi.

Selain itu, banyak korban berpendapat orang-orang yang dipilih untuk menangani banjir dalam Komite Penanggulangan Banjir tidak kompeten. Para pejabat itu disebut-sebut hanya dipilih untuk mengisi kekosongan pos, dan lamban dalam mengambil keputusan.

Yingluck sendiri mengklaim ia telah berusaha semampunya sebagai perdana menteri untuk mengatasi banjir. Ia akan terus membuktikan kepemimpinannya walaupun banyak yang meragukan. Saat ini, Yingluck tengah gencar melakukan kunjungan ke beberapa lokasi banjir.

Pada Kamis pagi kemarin, PM Yingluck meninjau lokasi banjir di distrik Don Mueang, Bangkok. Ditemani tiga orang menteri dari kabinetnya, ia membagi-bagikan tas berisi bantuan banjir pada para korban.

Pagi ini, ia juga telah menemui Gubernur Bangkok Sukhumband Paribatra guna membahas usaha mengatasi banjir. Dalam pertemuan itu, mereka juga membahas rencana perlindungan area bebas banjir di Bangkok yang mesing belum terendam.
READ MORE ~> Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra

Senin, 31 Oktober 2011

Kelompok pelaku bom buku

Kelompok pelaku bom buku pimpinan Pepi Fernando dibentuk sejak Maret 2010. Awalnya, kelompok ini bertemu saat bergabung bersama jemaah Negara Islam Indonesia wilayah Bekasi pada akhir 2007. Karena menginginkan cara berjihad dengan perang, Pepi kemudian memisahkan diri dari jemaah NII. Pepi berencana mengajari anak buahnya, yaitu terdakwa Firman, Watono, Nanon, Darto, Wari, Febri, Ahmad, Toib, Hendrik, dan Juni Kurniawan, untuk belajar menggunakan senjata api.

Kelompok itu urung menggunakan senjata api karena harganya mahal. Mereka kemudian membuat bom rakitan. Hal ini terungkap dalam dakwaan kepada salah satu pelaku bom buku, Muhamad Maulana Sani alias Alan alias Hasab, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (31/10/2011).

April tahun 2010, Pepi Fernando kembali ke Aceh untuk mencari tempat melakukan pelatihan dengan senjata api. Namun, karena jihad dengan senjata api dirasa mahal, akhirnya Pepi mengumpulkan kelompoknya dan mengatakan jihad kelompoknya dengan bom," ujar anggota tim jaksa penuntut umum (JPU), Izam Zan, saat membaca dakwaan kepada Maulana di ruang sidang.

Sejak saat itu, kelompok Pepi mulai merakit bom dengan bahan-bahan murah dan mudah didapat. Pepi dan kelompoknya sempat membuat bom roket dengan bahan pipa, pupuk urea KNO3, dan arang. Tak disebutkan untuk apa bom itu dirakit.

Selain itu, mereka juga membuat bom termos air yang terdiri dari pupuk, baterai, dan batu korek api. Bom itu rencananya dipasang di wilayah Cawang, Jakarta Timur, saat rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melintas. Pada awal 2011, kelompok Pepi merencanakan pengeboman lebih lanjut. Di rumah pelaku Hendi di Parung (Bogor, Jawa Barat), Pepi membawa enam buah buku tebal berwarna putih dengan lubang di tengahnya terdapat kabel, baterai, dan stop kontak. Pepi menyebut buku itu sebagai sampel bom buku," jelas JPU.

Bom buku kemudian disebar di beberapa tempat seperti di Jalan Utan Kayu 68 yang ditujukan kepada tokoh pluralisme dan politisi Demokrat, Ulil Abshar Abdalah. Selain itu, bom serupa juga diberikan pada Kepala Badan Narkotika Nasional Goris Mere, rumah penyanyi terkenal Ahmad Dhani, dan rumah Ketua Umum Partai Patriot Yapto S Soeryosumarno.

Setelah praktik bom buku dilaksanakan, Pepi kemudian memunculkan ide bom tabung gas. Rencana itu ia sampaikan kepada kelompoknya pada 26 Maret 2011 di tempat pemancingan samping Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Ia menyampaikan mengenai bom di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Tangerang Selatan, dan persiapan pembuatan bom tabung gas 3 kg di sebuah gereja untuk pengalihan isu bom buku.

Pepi juga meminta Maulana untuk menyediakan bubuk berwarna hitam seberat 3 kg sebagai bahan peledak dengan menggunakan karbit seukuran 20 kg. Berbagai aksi bom rakitan kelompok Pepi ini dilakukan untuk menunjukkan kepada dunia internasional mengenai aksi teror bom di Indonesia yang disiarkan langsung melalui televisi Aljazirah.
READ MORE ~> Kelompok pelaku bom buku

Rabu, 26 Oktober 2011

Persaingan di antara Deputi Gubernur Bank Indonesia

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat menilai persaingan di antara Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D Hadad dan Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Riswinandi bakal lebih menarik dibandingkan dua calon lainnya.

DPR sendiri menjadwalkan proses uji kepatutan dan kelayakan calon deputi Gubernur BI akan mulai dilaksanakan pada 23 November mendatang.

"Untuk posisi Pak Muliaman dan Pak Riswinandi, ini akan terjadi persaingan yang menarik. Sebab, Riswandi berasal dari luar,” kata Ketua Komisi XI DPR Achsanul Qosasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2011.

Menurut Achsanul, persaingan antara Muliaman dan Riswinandi merupakan hal yang menarik, karena salah satu calon merupakan pihak yang bekerja langsung di dunia perbankan.

Terlebih lagi, pencalonan dua kandidat ini juga akan menjadi ujian bagi BI dalam meyakinkan pasar. "Dan bagaimana harapan masyarakat dengan adanya calon dari luar BI,” ujarnya.

Di samping kedua calon tersebut, DPR juga menjamin pihaknya tidak akan memberikan dukungan khusus kepada salah satu calon deputi gubernur BI. DPR memastikan bahwa semua calon memiliki peluang yang sama.

Terkait calon pengganti Budi Rochadi yaitu Perry Warjiyo dan Ronald Waas, Achsanul mengatakan bahwa kedua pegawai BI itu telah memiliki kinerja yang bagus.

Bahkan, DPR mengaku tidak meragukan kemampuan kedua calon tersebut. Hal itu terlihat dari dukungan kedua calon itu dalam pertumbuhan bank syariah dan tanggapan positif terhadap keberadaan otoritas jasa keuangan (OJK).

Achsanul mengungkapkan, sebelum proses fit and proper test dilaksanakan, DPR akan menyambangi sejumlah daerah seperti mengunjungi Kantor Bank Indonesia di Makassar dan Surabaya.
READ MORE ~> Persaingan di antara Deputi Gubernur Bank Indonesia