Jumat, 09 Desember 2011

Microsoft Dynamics AX 2012

Microsoft memperkenalkan Microsoft Dynamics AX 2012 bagi pelanggan di Indonesia sebagai solusi Enterprise Resource Planning (ERP). Dynamics AX 2012 memberikan kemampuan bagi perusahaan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan bisnis, sesuai dengan struktur perusahaan.

Microsoft Dynamics AX 2012, merupakan generasi baru aplikasi bisnis dan merupakan solusi ERP untuk membantu pelanggan mengendalikan bisnis mereka," ujar Eddy Soloan, Business Lead Microsoft Dynamics, Microsoft Indonesia di Hotel Intercontinental pada hari Kamis kemarin.

"Khususnya di Indonesia, di mana perusahaan-perusahaan menuntut adanya solusi ERP yang mudah di pasang, dijalankan dan disesuaikan dengan bisnis mereka," tambah Eddy. Microsoft Dynamics AX 2012 ini menawarkan solusi ERP yang komplit, di antaranya untuk perusahaan manufaktur, distribusi, retail, service dan public sector.

"Tapi yang menjadi fokus yaitu manufacturing, retail dan distribusi yang ada di dalam satu grup," jelas Eddy. Untuk waktu implementasinya, menurut Eddy sangat bervariasi tergantung jangkauan dan kompleksitas. "Jadi kalau bisa di-manage sedemikan rupa, ada juga konsumen kita sekira 4 bulan sudah beres," ujarnya.
READ MORE ~> Microsoft Dynamics AX 2012

Rabu, 23 November 2011

Korban Pertandingan final sepak bola SEA Games XXVI

Suprapti (30) tak menyangka keikhlasannya mengabulkan permintaan Aprilianto Eko Wicaksono (13) menonton pertandingan final sepak bola SEA Games XXVI antara Indonesia dan Malaysia di Gelora Bung Karno, Senin (21/11/2011), adalah akhir pertemuannya dengan putra pertamanya itu. Setelah itu, Iyan, demikian Eko dipanggil, pergi untuk selamanya.

”Untuk menonton pertandingan sepak bola, Iyan sampai memohon-mohon kepada saya agar diizinkan ke Gelora Bung Karno. Biasanya saya tak pernah mengizinkan Iyan pergi menonton karena sering terjadi tawuran. Hari itu, saya ikhlas memberikan izin,” kata Suprapti, yang ditemui di rumahnya di Jalan Danau Batur, Nomor 1 RT 01 RW 7, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/11/2011).

Keikhlasan karyawan warung internet yang berpendapatan kecil itu dibarengi dengan pemberian uang Rp 85.000 kepada anaknya sebagai bekal uang tiket masuk Rp 50.000 dan ongkos transportasi serta membeli makanan dan minuman. Anak saya itu ingin sekali menonton sepak bola. Saya tidak tahu waktu itu saya ikhlas memberikan izin dan mengantongi uang saku buat Iyan. Ternyata, Iyan pamit untuk pergi selamanya,” kata Suprapti dengan sedih. Dua butir air mata jatuh di wajah hitam manis yang ditutup kerudung.

Sugihadi, paman korban, mengatakan, Iyan, siswa SMP Negeri 1 Kelapa Dua, Legok, itu pergi ke Gelora Bung Karno bersama delapan temannya. Pada Senin malam itu, pihak keluarga panik mencari tahu keberadaan Iyan yang hingga pukul 00.00 belum juga pulang.

”Saat itu ada perasaan yang mengganjal dalam hati, tetapi saya tak tahu ada apa sebenarnya dengan Iyan,” kata Suprapti. Kegalauan keluarga makin menjadi karena hingga subuh Iyan tak kunjung pulang. Pihak keluarga bertanya kepada teman-temannya yang lain, tetapi hasilnya nihil. Sampai akhirnya, seorang teman kerja Suprapti mengatakan bahwa dari televisi diperoleh informasi ada seorang jenazah tanpa identitas yang mirip dengan Iyan terbaring kaku di kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Sosok mayat yang tidak beridentitas itu diduga terinjak oleh puluhan ribu pendukung tim nasional Indonesia yang akan masuk ke gerbang Gelora Bung Karno. Kaki korban diduga masuk ke dalam lubang, terjatuh, dan selanjutnya diinjak-injak pendukung timnas. Korban dievakuasi dan diberikan pertolongan pernapasan. Namun, korban tidak selamat. Dari hasil pemeriksaan, ada luka memar di badan dan luka di wajahnya akibat terinjak-injak.

Paman korban langsung menuju ke RSCM. Dan, ternyata sosok jenazah itu memang Iyan. Pukul 18.00, jenazah dibawa dari RSCM dan tiba di rumah sekitar pukul 20.00,” kata Sugihadi. Saat mengembuskan napas terakhir, Iyan yang hobi menonton sepak bola itu mengenakan pakaian kaus berwarna merah dengan lambang Burung Garuda di dada kiri. Baju itu merupakan lambang kebanggaan untuk timnas. Mudah-mudahan ini merupakan korban terakhir dari tragedi pendukung sepak bola nasional. Pembenahan penyelenggaraan pertandingan perlu memikirkan keselamatan pendukung sepak bola.
READ MORE ~> Korban Pertandingan final sepak bola SEA Games XXVI

Jumat, 18 November 2011

Prijanto Siap Tempur

Akhirnya, Wakil Gubernur DKI, Jakarta Prijanto, menyatakan kesiapannya bertarung dengan calon Gubernur DKI Jakarta lainnya. Prijanto menegaskan, dirinya akan maju melalui partai politik, bukan independen.

Sikap Prijanto sangat berbeda dengan pernyataanya pada akhir tahun 2010 lalu. Saat itu, Prijanto menyatakan ketidaksiapannya. Dulu itu benar [tidak siap], karena saat itu saya bukan kader parpol, saya nggak punya duit," kata Prijanto di Balaikota DKI Jakarta, Jumat 18 November 2011.

Tapi dalam perkembangannya, banyak komponen yang mendorongnya untuk ikut mencalonkan. "Dan kelompok itu berikan kepercayaan untuk itu, salah satunya kelompok mahasiswa," katanya.

Dia mengaku, saat ini belum merasa didekati siapa pun termasuk PDI Perjuangan yang beberapa waktu lalu pernah mengundangnya ke markas DPP PDIP Lenteng Agung. Namun, jika dukungan itu ada, maka tidak ada alasan bagi dirinya untuk menolak. "Kalau saya pribadi, tidak lewat independen, karena terlampau sombong. Itu saya pribadi ya," kata dia.

Prijanto menyadari, untuk maju menjadi seorang calon kepala daerah tentu bukan persoalan yang mudah. Calon harus mendapatkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat. "Tapi sesungguhnya walaupun kelompok ini mendukung, kan untuk mengajukan bukan hanya pribadi saja tapi butuh unsur parpol," ungkapnya.

Menurut dia, dukungan partai politik sangat penting untuk melihat apakah calon yang akan maju tersebut memiliki kriteria sebagai Gubernur. Pasalnya, untuk menduduki satu jabatan itu, kata dia, merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada khalayak banyak.

Karena, pandangan saya jabatan itu amanah dan kepercayaan yang diberikan," ungkapnya. Prijanto menegaskan bukan jabatan yang dia cari. "Saya masih aktif bekerja saat ini. Jawaban saya, Insya Allah. Itu kehendak Tuhan," kata dia.
READ MORE ~> Prijanto Siap Tempur