Jumat, 23 Maret 2012

Bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama

Bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menilai, penyebab utama kegagalan pengelolaan Jakarta adalah tidak adanya transparansi pemerintah, bukan karena tidak adanya solusi atau tenaga ahli. Kami teruji selama kami jadi pejabat publik bahwa kami bersih. Kami bisa buktikan harta kami dengan gaya hidup kami dan pajak yang kami bayar itu sesuai

Di seluruh provinsi di Indonesia, peta solusi paling lengkap ada di Jakarta. Kenapa tidak berhasil? Bukan karena kurang tenaga ahlinya, tapi ngga ada orangnya yang jujur, yang berani bersih, yang berani transparan semua anggaran, dan profesional melayani," kata Ahok saat diskusi Sindo Radio "Jakarta Punya Cerita" di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (24/3/2012) .

Ahok memberi contoh masalah klise di Jakarta yakni kemacetan. Solusi yang ditawarkan para ahli sama, yakni memperbanyak transportasi massal seperti MRT dan busway. Namun, kata dia, mengapa selama delapan tahun Transjakarta berjalan, jumlah bus hanya sekitar 500 unit. Tahun 2012 hanya bertambah sekitar 100 unit.

"Di mana transparansi anggaran busway? Coba buka website DKI Jakarta. Kita tahu enggak berapa harga minuman gubernur? Ngga ada yang tahu. Itu yang penting," kata mantan politisi Partai Golkar itu. Ahok menambahkan, ia dan pasangannya, Joko Widodo alias Jokowi, telah membuktikan pengelolaan anggaran yang transparan. Seperti diketahui, Ahok pernah menjabat Bupati Belitung Timur. Adapun Jokowi masih menjabat Walikota Surakarta.

"Kami adalah orang yang pengalaman di kekuasaan. Kami teruji selama kami jadi pejabat publik bahwa kami bersih. Kami bisa buktikan harta kami dengan gaya hidup kami dan pajak yang kami bayar itu sesuai. Kami transparan. Semua tahu persis anggaran yang kami pakai berapa duit, kami pakai kemana," kata Ahok. Kami juga profesional melayani. Hampir semua orang punya nomor HP pribadi kami. Kami akan balas walaupun lama. Itu yang kami tawarkan," pungkas Ahok.

Related Posts