Kamis, 16 Februari 2012

Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda

Kualatungkalboy mendukung berjalannya kontes SEO Honda PGM-FI SEO Competition 2012 Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda yang cukup banyak pesertanya. Dari postingan ini dibuat, sebenarnya masih banyak waktu koq kalau sahabat blogger berminat untuk mengikuti kontes seo tersebut. Hadiah yang diberikan kepada pemenang kontes SEO tersebut juga lumayan besar lhoooo...

Tapi sayangnya kualatungkalboy tidak begitu ngerti tentang seo, ya jadi saat ini saya hanya jadi penonton saja sekalian belajar tentang teknik-teknik seo yang di gunakan oleh para master peserta kontes tersebut. Semoga saja semua peserta dapat bersaing dengan jujur, atau tidak melakukan kecurangan-kecurangan yang dapat merugikan orang lain.
READ MORE ~> Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda

Jumat, 27 Januari 2012

Yunus Husein

Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus Husein menyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi masih memiliki pekerjaan rumah setelah penetapan Miranda menjadi tersangka. Salah satunya adalah menelusuri transaksi awal sejak pembelian cek perjalanan dari Bank Internasional Indonesia sebelum pemenangan Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Masa beli tanah pakai cek pelawat. Orang kampung pula itu. Harus ditelusuri lagi keterangan dari Budi ini.

Salah satu penelusuran itu, kata Yunus, bisa dilacak lebih jauh dari keterangan Budi Santoso, selaku Direktur Keuangan PT First Mujur Plantation and Industry. Ia yang awalnya membeli cek perjalanan melalui Bank Artha Graha untuk keperluan bosnya Direktur Utama PT First Mujur Hidayat Lukman yang menjalin kerja sama dengan Ferry Yen.

"Budi saat bersaksi (di persidangan Dudhie Makmun Murod) menyebut bahwa ada dibuat perjanjian kerja sama antara Hidayat Lukman dan Ferry Yen untuk pembelian kebun plasma milik Ferry Yen. Tapi harus dibayar dengan cek pelawat. Mana mungkin, cek pelawat itu untuk perjalanan. Masa beli tanah pakai cek pelawat. Orang kampung pula itu. Harus ditelusuri lagi keterangan dari Budi ini. Tidak mungkin membeli tanah dengan cek pelawat," jelas Yunus dalam jumpa pers di kantor ICW, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2012).

Saat itu, tutur Yunus, Budi Santosa mengaku membeli cek perjalanan sejumlah 480 lembar dengan nilai Rp 24 miliar tersebut atas persetujuan bosnya, Hidayat Lukman. Budi memesan cek perjalanan ke Bank Artha Graha dan bank tersebut membeli dari BII. Pemesanan melalui Bank Artha Graha dilakukan karena First Mujur merupakan nasabah dari bank tersebut.

Adanya nama Hidayat Lukman dalam transaksi inilah, maka Yusuf meminta KPK harus kembali memanggil dan memeriksa Lukman. Apalagi, bos dari Budi ini juga disebut membatalkan pembelian kebun plasma tersebut. KPK harus menelusuri kenapa Lukman membatalkan pembelian tersebut. "Yang menarik kan dalam sidang, Direktur Utama dan pemilik PT First Mujur Hidayat Lukman alias Teddi Uban, tidak menjadi saksi. Padahal transaksi jual beli dilakukan antara dia dengan Ferry Yen. Budi dan Lukman harus didengar lagi keterangannya," jelas Yunus.

"Kalau bener menjual kebun Plasma kok tiba-tiba batal padahal sudah dikontrak. Perlu ditanya, jangan sampai hanya pembelokan saja. KPK semoga bisa explore lebih jauh, kapan persis tiba-tiba membatalkan, apalagi cek perjalanannya sudah hilang, tidak diketahui kemana cek itu," sambung Yunus lagi.

Terakhir, Yunus menyatakan dirinya bukan penegak hukum yang bisa menyimpulkan siapa dari antara ketiga orang ini yang menyalurkan cek perjalanan Rp 24 miliar hingga sampai ke tangan para anggota DPR RI yang memilih Miranda. Meski Ferry telah meninggal dunia, kata Yunus, dua nama ini masih bisa diminta keterangan terkait alur kasus tersebut.

Yunus yakin, Miranda tak bekerja sendiri untuk memenangkan dirinya sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Terakhir, Yunus menyatakan dirinya bukan penegak hukum yang bisa menyimpulkan siapa dari antara ketiga orang ini yang menyalurkan cek perjalanan Rp 24 miliar hingga sampai ke tangan para anggota DPR RI yang memilih Miranda. Meski Ferry telah meninggal, kata dia, dua nama ini masih bisa diminta keterangan terkait alur kasus tersebut. Silakan disimpulkan sendiri kasus ini siapa yang memulai, katanya.
READ MORE ~> Yunus Husein

Rabu, 25 Januari 2012

Xenia B 2479 XI

Mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI yang dikemudikan Afriyani Susanti saat kecelakaan maut di Tugu Tani yang menyebabkan sembilan nyawa melayang diduga milik seseorang berinisial PJ yang beralamat di kawasan Jaka Sampurna, Bekasi Barat. Mobil tersebut hingga kini masih berada dalam status kredit dari sebuah perusahaan leasing di Jakarta.

Informasi yang diterima dari sumber media menyebutkan, mobil tersebut saat dikreditkan baik BPKB maupun STNK belum dibalik nama oleh pemiliknya, PJ. Mobil itu saat ini masih dalam proses kredit yang belum selesai dengan masa kredit selama 3 tahun.

Sumber itu juga tidak bisa menyebutkan mengapa mobil itu bisa dipinjamkan ke Afriyani. Sementara saat media menghubungi kediaman PJ, telepon sempat diangkat oleh seorang wanita. Saat dikonfirmasi wanita ini membenarkan Xenia B 2479 XI adalah miliknya. "Iya benar (Xenia milik dia)," kata wanita itu.

Namun saat ditanya lebih detil bagaimana mobil tersebut bisa berada di tangan Afriyani, dia mengaku tidak tahu. Jawaban yang sama juga disampaikan saat ditanya apakah dia mengenal Afriyani dan tahu kondisi mobil itu saat ini. "Nggak tahu, sudah ya," kata wanita itu buru-buru menutup teleponnya.

Namun Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto membantah mobil milik PJ. Rikwanto menyatakan nama pemilik mobil itu adalah B. "Si E, teman tersangka meminjam mobil dari si B," kata Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, saat kejadian polisi menemukan ada STNK fotokopi milik B. "Saat kami cek ke Samsat ternyata benar milik B dan sudah balik nama. Pembuatannya tahun 2010," kata Rikwanto.

Kata Rikwanti, polisi akan memanggil B untuk menjelaskan kenapa mobil itu bisa sampai ke tangan E. "Kami juga nggak tahu B itu siapa," katanya.

Daihatsu Xenia berwarna hitam yang dikemudikan Afriyani menabrak belasan orang di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Jakarta Pusat, 22 Januari 2012 lalu. Sembilan orang tewas. Empat lainnya luka-luka.

Afriyani Susanti ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut ini. Dia terbukti berkendara tanpa membawa STNK, tak memiliki SIM, merusak fasilitas umum, dan menghilangkan nyawa atas kecelakaan itu. Sebelum menabrak belasan orang itu, Afriyani juga diketahui telah mengonsumsi minuman keras dan ekstasi.
READ MORE ~> Xenia B 2479 XI

Ikan Laut Berkasiat Sebagai Obat

Siapa menyangka kalau beberapa jenis ikan yang hidup di laut dalam berkhasiat sebagai obat kuat yang efeknya mirip viagra. Hal tersebut terungkap dalam penelitian antara 2004-2006 yang dilakukan oleh peneliti gabungan Indonesia dan Jepang.

"Ada ikan Bajacalifornia erimoensis dari famili Alepochepalidae dan Lamprogrammus niger yang berpotensi sebagai viagra," kata Ali Suman, peneliti Badan Penelitian Perikanan Laut Jakarta Badan Litbang Kelautan dan Perikanan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional "Keanekaragaman Hayati Laut untuk Ketahanan Pangan", Rabu (25/1/2012) di Jakarta.

Potensi tersebut diketahui tanpa sengaja saat para peneliti mengonsumsi ikan-ikan tersebut yang ditangkap di perairan selatan Jawa. Dari hipotesis tersebut, mereka mengirim jenis ikan dimaksud ke laboratorium di Institut Pertanian Bogor (IPB). Hasilnya, ikan-ikan tersebut memang mengandung banyak steroid.

Ali mengatakan, penelitian lebih lanjut untuk membuktikan khasiat dua jenis ikan dari perairan Hindia itu memang masih harus dilakukan. Tapi, Ali menegaskan bahwa potensi dua jenis ikan tersebut harus terus dikembangkan. Bisnis vitalitas ini adalah salah satu yang paling menguntungkan saat ini," jelas Ali.

Selain Bajacalifornia erimoensis dan Lamprogrammus niger, ada lebih banyak lagi spesies yang diduga memiliki banyak khasiat. Misalnya, beberapa spesies yang memiliki khasiat antioksidan dan anti kanker.

Lebih lanjut, Ali mengatakan bahwa biota yang terdapat di selatan Jawa banyak memiliki khasiat obat. Dari penelitian selama kurun waktu tersebut, total ada 529 biota laut dalam di Samudera Hindia selatan Jawa dan barat Sumatera yang berpotensi sebagai bahan pangan dan obat-obatan.
READ MORE ~> Ikan Laut Berkasiat Sebagai Obat