Selasa, 03 April 2012

Tahanan Melarikan Diri

Dua tahanan Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Mariso yang melarikan diri pada Kamis (29/3) lalu berhasil dibekuk aparat Kepolisian Resor Kota (Polres) Parepare, kemarin. Keduanya ditangkap di Kecamatan Bacukiki. “Kami berhasil menangkap tahanan Polsek Mariso yang kabur pekan lalu. Keduanya ditangkap di sebuah rumah saat sedang istirahat,” jelas Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Parepare, AKP Aska Mappe, kemarin. Menurutnya, penangkapan tersebut atas kordinasi dengan Polsekta Mariso yang menyatakan jika dua buruannya lari ke Kota Parepare.

Kedua tahanan berinisial MR, 19, dan S,21, sebelumnya berhasil kabur setelah memanfaatkan kelengahan petugas jaga dengan menjebol plafon ruang sel polsekta. Petugas jaga yang sedang menonton televisi baru mengetahui tahanannya kabur sekitar pukul 21.00 Wita. Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Chevy Ahmad Sopari membenarkan jika dua tahanan Polsekta Mariso berhasil ditangkap di Parepare.

“Merekatertangkap di Parepare berkat bantuan dari bagian Reskrim Polres Parepare,”katanya. Kemarin, keduanya langsung dibawa ke Makassar dan dijebloskan ke ruangan tahanan Polsekta Mariso. Diketahui, MR adalah warga Kabupaten Gowa dan tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sementara itu,S merupakan warga Makassar. Dia ditahan lantaran melakukan pencurian.
READ MORE ~> Tahanan Melarikan Diri

Senin, 26 Maret 2012

Tawaran Kepada Provinsi Sumatera Selatan

Selain ditawarkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore tingkat ASEAN, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) juga mendapat tawaran menjadi tuan rumah pelaksanaan The 4th Peace International Jambore pada Agustus 2013. Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumsel Abdul Shobur mengatakan, tawaran tersebut disampaikan langsung Secretary General for International Union Muslim Scouts kepada Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Indonesia sebagai penyelenggara event melalui surat No: 0193-00-A. Shobur yang juga Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Sumsel menambahkan, surat tersebut menyatakan bahwa pengurus jambore pramuka negara Islam mempercayakan Provinsi Sumsel menjadi tuan rumah penyelenggaraan jambore.

Kegiatan itu bakal diikuti 53 pramuka dari negara-negara Islam sedunia, dengan jumlah peserta mencapai 10.000 orang dan rencananya dipusatkan di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. “Kita sudah ditawarkan (tuan rumah jambore negara Islam), tapi belum kita putuskan karena masih dikonsultasikan dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan gubernur,” kata Shobur kemarin. Jika nantinya Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyetujui, pihaknya baru akan menyusun rencana pelaksanaan acara dimaksud. “JSC dipilih karena sangat luas wilayahnya, tempatnya juga strategis dan fasilitas lengkap. Jadi, kemungkinannya akan kita pusatkan di sana,”beber Shobur.

Menurut dia, kegiatan teknis dalam jambore tingkat negara Islam ini tidak berbeda dengan pelaksanaan jambore pramuka pada umumnya.Namun, selain kegiatan kepramukaan yang bersifat umum, akan ada juga kegiatan keislaman sesuai asal para peserta jambore dari negara-negara Islam sedunia. Sebelumnya Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengungkapkan, Pemprov Sumsel telah mencanangkan beberapa program terkait pelaksanaan kegiatan gerakan pramuka di Sumsel ini demi mengembangkan dan memasyarakatkan lagi gerakan pramuka di Bumi Sriwijaya.

“Saya berkeinginan kembali menggelar event besar tingkat internasional di Sumsel.Saya tegaskan, jangankan untuk Jambore ASEAN, tingkat Asia pun Sumsel siap,”ujar Alex. ”Di JSC kita masih memiliki lahan yang cukup menampung sekitar 10.000 orang.Apalagi di JSC sudah ada fasilitas olahraga bertaraf internasional. Jadi, peserta jambore dapat berkemah sekaligus melakukan olahraga di venues bertaraf internasional,”tukasnya.

Waka Binamuda dan Binawasa yang juga Ketua Harian Kwarda Sumsel Sulastro menambahkan, Jambore Dunia Negara Islam selain diisi kegiatan keislaman, juga kegiatan kepramukaan,seperti scouting skill, poinering, yang diperkirakan akan berlangsung selama sepekan. Menanggapi usulan sebelumnya yang meminta Sumsel menjadi tuan rumah Jambore ASEAN pada 2013, menurut Sulastro, Jambore ASEAN tersebut sudah dialihkan ke negara lain.
READ MORE ~> Tawaran Kepada Provinsi Sumatera Selatan

Minggu, 25 Maret 2012

2 Polisi Dikeroyok 6 Orang

Dua orang petugas polisi yang tengah berpatroli dikeroyok enam orang di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Bekasi, Minggu (25/3/2012). Belum diketahui motif pengeroyokan terebut, namun polisi menduga mereka adalah komplotan perampok yang akan menyatroni pabrik di lokasi tersebut.

Kapolsek Setu, Bekasi AKP Sumarwoto, Minggu, mengungkapkan, awalnya seorang warga yang merupakan Ketua RT setempat bernama Yono, baru kembali dari acara Maulid Nabi, dan melintasi tempat kejadian perkara (TKP), di RT 03/RW 03, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, tepatnya di tepi Jalan MT Haryono.

"Ketua RT, Yono habis dapat borongan sound system acara Maulid, mau balik ke arah rumahnya. Dia melintas TKP. Di sana ada salah satu warung mi bakso di pojokan. Saat melintas, ada kelompok orang dengan tiga sepeda motor parkir di situ," ujar Sumarwoto saat ditemui di RS Karya Medika I, Cibitung, Bekasi, Minggu malam.

Yono kemudian menghubungi seorang temannya bernama Tiwan, pemilik warung kopi. Saat itu, dua anggota polisi, Brigadir Jaka dan Brigadir Ery Sasongko sedang singgah di sana setelah berpatroli.

"Mereka segera merapat ke lokasi, dengan kendaraan patroli 4413-VII 10102. Mereka parkir pas di belokan. Karena yang bawa mobil Jaka, Eri memeriksa," katanya. Lokasi TKP, papar Sumarwoto, saat itu sepi dan gelap. Belum sempat memeriksa, dari belakang ada yang menyabet menggunakan sangkur. Eri kena sabet di mata, hanya lukanya tidak dalam, karena menghindar.

"Dari belakang, yang duduk cabut senjata, dua duduk di motor, empat duduk di warung. Eri kabur ke arah perkebunan, dia dikejar dua orang," jelas Kapolsek. Melihat rekannya dianiaya, Jaka keluar untuk menolong. Namun, baru keluar dari kendaraan, ia langsung ditabrak.

"Ia (Jaka) juga dibacok di kepalanya. Dalam keadaan terluka, ia cabut senjata, memberikan tembakan, bergumul dengan empat orang," beber Sumarwoto. Tembakan yang dilepaskan Jaka, tuturnya, mengenai seorang pelaku. Namun, ia diselamatkan teman sekomplotannya, dan kemudian melarikan diri.

"Satu motor ditinggal. Satu motor ditumpangi tiga orang, lari ke arah Cileungsi," terang Sumarwoto. Warga sekitar yang mencoba menangkap pelaku, malah ditodong dengan senjata api. Tak kuasa menghadapi ancaman, mereka serentak melarikan diri. Setelah pelaku melarikan diri, mereka segera membawa Jaka dan Eri untuk mendapatkan perawatan medis.
READ MORE ~> 2 Polisi Dikeroyok 6 Orang

Jumat, 23 Maret 2012

Bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama

Bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menilai, penyebab utama kegagalan pengelolaan Jakarta adalah tidak adanya transparansi pemerintah, bukan karena tidak adanya solusi atau tenaga ahli. Kami teruji selama kami jadi pejabat publik bahwa kami bersih. Kami bisa buktikan harta kami dengan gaya hidup kami dan pajak yang kami bayar itu sesuai

Di seluruh provinsi di Indonesia, peta solusi paling lengkap ada di Jakarta. Kenapa tidak berhasil? Bukan karena kurang tenaga ahlinya, tapi ngga ada orangnya yang jujur, yang berani bersih, yang berani transparan semua anggaran, dan profesional melayani," kata Ahok saat diskusi Sindo Radio "Jakarta Punya Cerita" di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (24/3/2012) .

Ahok memberi contoh masalah klise di Jakarta yakni kemacetan. Solusi yang ditawarkan para ahli sama, yakni memperbanyak transportasi massal seperti MRT dan busway. Namun, kata dia, mengapa selama delapan tahun Transjakarta berjalan, jumlah bus hanya sekitar 500 unit. Tahun 2012 hanya bertambah sekitar 100 unit.

"Di mana transparansi anggaran busway? Coba buka website DKI Jakarta. Kita tahu enggak berapa harga minuman gubernur? Ngga ada yang tahu. Itu yang penting," kata mantan politisi Partai Golkar itu. Ahok menambahkan, ia dan pasangannya, Joko Widodo alias Jokowi, telah membuktikan pengelolaan anggaran yang transparan. Seperti diketahui, Ahok pernah menjabat Bupati Belitung Timur. Adapun Jokowi masih menjabat Walikota Surakarta.

"Kami adalah orang yang pengalaman di kekuasaan. Kami teruji selama kami jadi pejabat publik bahwa kami bersih. Kami bisa buktikan harta kami dengan gaya hidup kami dan pajak yang kami bayar itu sesuai. Kami transparan. Semua tahu persis anggaran yang kami pakai berapa duit, kami pakai kemana," kata Ahok. Kami juga profesional melayani. Hampir semua orang punya nomor HP pribadi kami. Kami akan balas walaupun lama. Itu yang kami tawarkan," pungkas Ahok.
READ MORE ~> Bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama

Rabu, 14 Maret 2012

Marzuki Alie Mengecam Aksi Oknum Mahasiswa

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mengecam aksi oknum mahasiswa yang memecahkan foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Marzuki juga mengatakan, agar oknum mahasiswa itu ditindak secara hukum. Anarkis. Proses hukum saja. Mereka datang baik-baik kok, ketemu Pramono, setelah itu kurang ajar," kata Marzuki di Gedung DPR, Rabu 14 Maret 2012.

Marzuki menambahkan, pengrusakan dalam bentuk apapun tidak boleh dilakukan. Apalagi, kata dia jika dilakukan dalam gedung DPR. Meski bukan foto SBY yang dirusak, yang jelas ini gedung DPR. Apapun tidak boleh diganggu, siapapun, gambar siapapun, wartawan, tokoh misalnya, diturunkan, dirusak, tidak usah SBY lah, orang biasa juga," kata politisi Partai Demokrat ini.

Sebelumnya, para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Barat memprotes rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada April nanti. Saat berunjuk rasa, beberapa mahasiswa memecahkan bingkai foto Presiden SBY yang terpasang di pilar-pilar lobi gedung Nusantara III. Bingkai foto itu berukuran besar, yaitu 1,2 x 2 meter.

Mahasiswa sudah berada di gedung DPR sejak tadi pagi. Mereka telah bertemu dengan Wakil Ketua DPR, Pramono Anung dan menyampaikan aspirasinya. Tuntutan mereka antara lain, turunkan harga BBM, sembako dan Tarif Dasar Listrik, serta tangkap semua para koruptor. Sementara karena aksi itu, lima orang mahasiswa telah dibawa ke Polda Metro Jaya.
READ MORE ~> Marzuki Alie Mengecam Aksi Oknum Mahasiswa

Kamis, 08 Maret 2012

Warga Asing Terlibat Kasus Narkoba

Warga asing kembali berurusan dengan Pengadilan Negeri Denpasar karena terlibat kasus narkoba. Kali ini, Samuel Peter Koskinas (27), seorang Warga Negara Inggris, harus duduk di kursi pesakitan PN Denpasar, Kamis (8/3/2012), untuk menjalani sidang perdana kasus kepemilikan 5,26 gram narkoba jenis ganja.


Saat dilakukan penggeledahan polisi menemukan barang bukti berupa batang, daun, dan biji kering yang bercampur dengan tembakau di tutup tempat sampah. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nia Wayan Sinaryati membeberkan kronologis penangkapan terdakwa di depan ketua majelis hakim Amzer Simanjuntak. Dalam dakwaan JPU itu diketahui, Peter ditangkap polisi di rumahnya di Perum Griya Permata No 25, Kuta Selatan, Badung, pada 2 Januari 2012 lalu.

"Saat dilakukan penggeledahan polisi menemukan barang bukti berupa batang, daun, dan biji kering yang bercampur dengan tembakau di tutup tempat sampah," ujar JPU dalam persidangan. Kepada polisi, pria yang mengaku bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) itu mengatakan, dirinya membeli ganja seseorang di Gang Poppies, Kuta, dengan harga Rp 1 juta. Atas perbuatannya itu, JPU menjerat terdakwa dengan tiga pasal berlapis, yakni Pasal 113 ayat (1), 111 ayat (1), dan Pasal 127 ayat (1) Undang Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal yang akan dihadapi terdakwa adalah 15 tahun penjara.
READ MORE ~> Warga Asing Terlibat Kasus Narkoba